No image available for this title

E-Book

Metode Penelitian Sistem Informasi



Pembentukan paradigma atau cara pandang ilmiah merupakan langkah awal yang memungkinkan seseorang lebih mudah memahami konsep-konsep, teori-teori dan metode yang berkaitan dengan penelitian ilmiah. Dalam hal tersebut, maka bagian ini memfokuskan pembahasan tentang awal pengetahuan manusia di bumi, Jalur memperoleh kebenaran, Dinamika usaha manusia dalam memperoleh kebenaran dan Cara kerja ilmiah dalam memperoleh kebenaran. Pada awalnya, manusia lahir di dunia tidak mempunyai pengetahuan tentang sesuatu pun. Hal ini telah diakui oleh semua pihak, baik kalangan agamawan maupun ilmuwan. John Locke merupakan salah satu dari sekian banyak ilmuwan yang membuktikan kebenaran pesan al-Quran tersebut, dengan teori populernya “tabularasa”. Tabularasa menjelaskan bahwa setiap anak lahir ibarat kertas putih yang tidak mempunyai pengetahuan, kemudian lingkunganlah yang menjadi pena menuliskan segala hal di atas kertas tersebut.

Lingkunganlah yang memberikan pengetahuan bagi manusia dan sekaligus membentuk kepribadian manusia itu. Manusia dalam mengejar kebenaran mengalami perkembangan dari waktu ke waktu. Perbaikan cara-cara penemuan kebenaran terus berjalan sepanjang kehidupan. Cara ilmiah merupakan bentuk perkembangan dari cara-cara sebelumnya yang tidak memberikan kepuasan bagi manusia. Bungin (2007:19) menjelaskan bahwa ketidakpuasan masyaakat terhadap cara-cara unscientific, menyebabkan masyarakat menggunakan cara berfikir deduktif dan induktif. Namun, kedua cara ini juga tidak memuaskan banyak orang karena sifat kedua cara itu dalam menyikapi kebenaran masing-masing. Selanjutnya orang memadukan cara berfikir deduktif dengan cara berfikir induktif, kemudian melahirkan cara berfikir yang disebut reflective thingking, yaitu berfikir refleksi.

Menurut Bungin (2007:20) tahapan-tahapan dalam berfikir refleksi ini dipatuhi secara ketat dan menjadi persyaratan dalam menentukan bobot ilmiah dari proses tersebut. Apabila salah satu dari langkah-langkah itu dilupakan atau sengaja diabaikan, maka sebesar itu pula nilai ilmiah telah dilupakan dalam proses berfikir ini. Cara ilmiah merupakan perkembangan dari cara-cara sebelumnya yang tidak memberikan kepuasan bagi manusia. Ketidakpuasan manusia terhadap cara-cara unscientific, menyebabkan manusia meng-gunakan cara berfikir deduktif dan induktif. Namun, kedua cara ini juga tidak memuaskan banyak orang karena sifat kedua cara itu dalam menyikapi kebenaran masing-masing.


Ketersediaan

USA03992S001.42 MUH mPerpustakaan Kampus Utama (Ngabang) (Ebook SanAgustin)Tersedia

Informasi Detail

Judul Seri
-
No. Panggil
001.42 MUH m
Penerbit Deepublish : Yogyakarta.,
Deskripsi Fisik
xv, 151 hlm : 23 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978- 602-401-475-9
Klasifikasi
001.42
Tipe Isi
text
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
Ed. 1, Cet. 1
Subjek
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain


Lampiran Berkas



Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaDetail XMLKutip ini